PENYAKIT SNOT (Pilek Ayam)
Gejala hidung keluar cairan, lubang hidung tersumbat lendir, napasnya berbunyi atau ngorok, mata dan muka ayam membengkak, nafsu makan menurun, kotorannya encer dan bercampur lendir serta berwarna agak kehijauan, ayam tampak lesu.
Penyebabnya adalah bakteri Haemophilus Gallinarum.
Penularannya melalui air minum, udara, atau hubungan langsung antara ayam sehat dengan ayam sakit atau juga kondisi kandang yang tidak baik, seperti lembab, ventilasi yang kurang baik atau juga sanitasi yang tidak memadai.
Pengobatan ayam yang menderita snot atau pilek ayam ini dapat diobati antara lain dengan
a. Antisnot
b. Chlor Cucline
c. Coccilin Kapsul
d. Coryvit Kapsul
e. Doxyvet
f. Erynosil Kapsul
g. Sulfadimetoksin
h. Sulfamix
i. Sulfatiasol
j. Tetrastrep
Dosis masing-masing obat yang diberikan dapat dilihat pada label kemasan obat.
Pencegahannya kondisi kandang diusahakan agar tidak terlalu basah atau lembab, ventilasi kandang diupayakan lancar, sanitasi dilakukan dengan baik, ayam yang sakit dikarantina atau dipisahkan agar tidak terjadi penularan.
PENYAKIT FOWL POX (Cacar Ayam)
Gejala muka, pial, jengger dan kelopak mata timbul bintil-bintil merah kemudian membesar berwarna kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi hitam, pernapasan terganggu, napsu makan berkurang.
Penyebabnya virus cacar Borreliota Avium
Penularannya melalui air minum, tempat makan, transmisi melalui serangga seperti digigit nyamuk, kontak langsung antara ayam sakit dengan ayam sehat.
Pengobatannya bintil-bintil pada ayam diolesi dengan air karbol keras (phenolum liquidum) hingga bintil-bintil tersebut kering dan mengecil.
Pencegahannya ventilasi kandang diusahakan lancar, ayam dihindarkan dari nyamuk, dengan memasang selimut atau kelambu yang rapat untuk menyelimuti kandang, ayam yang sakit segera dipisahkan atau dikarantina, bila sering terjadi wabah dilakukan penyemprotan dengan Delvax PD.
PENYAKIT CRD (Chronic Respiratory Disaese)
Gejala kepala sering digeleng-gelengkan, hidung keluar cairan, sering bersin dan batuk, ngorok terutama pada malam hari, muka membengkak, nafsu makan berkurang, ayam tampak lesu, ayam menjadi cepat kurus.
Penyebabnya adalah virus Pleuro Pneumonia Like Organism (PPLO) atau bakteri Mycoplasma Gallisepticum.
Penularannya melalui kontak langsung antara ayam sakit dan ayam sehat, melalui pakan dan minuman, dan alat-alat lain yang terdapat dikandang.
Pengobatannya ayam yang sakit dapat diobati dengan
a. Tetra-Chlor
b. Ampivet
Pencegahannya melakukan vaksinasi anti-CRD, kebersihan kandang harus dijaga dengan cara menyemprotkan Neoantisep atau Rodalon setiap dua minggu sekali, diusahakan jangan tercampur ayam yang berbeda umurnya dalam satu kandang.
PENYAKIT NEW CASTLE DISEASE (Tetelo)
Gejalanya terdapat gangguan sesak napas, bersin, ngorok, nafsu makan turun drastis, sayap menurun, kaki lumpuh, kepala tertunduk atau sering berputar-putar, ayam berjalan mundur diikuti kepala yang terangkat menghadap kebelakang, kepala merunduk diantara kedua kaki, kotoran cair berwarna hijau kekuningan, dan terkadang bercampur darah.
Penyebabnya virus Tutor Furens
Penularannya melalui kontak langsung antara ayam sehat dan ayam sakit, melalui pakan, minuman, udara, dan lain sebagainya.
Pengobatan Penyakit Tetelo ini belum ada obatnya.
Pencegahannya ayam yang sakit dipisahkan atau dikarantina, kebersihan kandang dan perlengkapannya selalu dijaga, sebulan sekali kandang disemprot dengan Anti Germ 50, bila perlu ayam diberi vaksinasi secara teratur dengan obat anti-NCD
PENYAKIT FOWL CHOLERA (Kolera Ayam)
Gejalanya jengger dan muka ayam berwarna biru, pial lemas dan membengkak, suhu badan tinggi, ayam selalu kehausan, nafsu makan menurun ayam menjadi kurus, kotorannya cokelat atau kehijauan.
Penyebabnya adalah bakteri Salmonella Multocida.
Penularan melalui kontak langsung antara ayam sakit dan ayam sehat, pakan dan minuman yang telah tercemar.
Pengobatannya ayam yang sakit dapat diobati dengan
a. Coccilin
b. Coryvit Kapsul
c. Suanovil
d. Coxy
e. Tetrasulfa B-plex
f. Tetrachlor
Pencegahannya dengan menjagakebersihan kandang, ventilasi kandang cukup lancar, peralatan yang habis terpakai harus disucihamakan, ayam yang sakit yang mati harus dibakar atau dikubur dalam-dalam.
PENYAKIT BLACK HEAD (Kepala Hitam)
Gejalanya kepala dan bagian tubuh yang tidak berbulu akan berwarna kehitaman, ayam tampak lesu, pucat, bulu rontok.
Penyebabnya adalah Histomonas Melegridis
Penularannya melalui pakan, minuman, atau melalui kotoran ayam yang sakit.
Pengobatannya ayam yang sakit diobati dengan
a. Coccilin
b. Furazon
Pencegahannya
ayam yang sakit segera dikarantina, agar tidak terjadi penularan
penyakit, kebersihan kandang dijaga dengan baik, sanitasi harus memadai.
PENYAKIT FAVUS (Jengger Putih)
Gejalanya
pial ayam terdapat bintik-bintik kemudian tertutup seluruhnya dengan
bercak-bercak berwarna putih kekuningan, jika penyakit ini menyerang
leher atau bagian yang berbulu maka bulu akan rontok, bagian tubuh yang
terserang penyakit ini akan berbau busuk.
Penyebabnya jamur Lophopyton Gallinae
Penularan melalui kontak langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit atau keadaan kandang yang kotor.
Pengobatannya
bagian yang sakit dari ayam petarung dibersihkan lalu diolesi salep 1
sampai 3 kali sehari sampai sembuh. Salep ini merupakan campuran
Formalin dan Vaselin dengan perbandingan 1 : 1
Pencegahannya menjaga kebersihan kandang, ayam yang sakit harus dikarantina.
PENYAKIT BLUE COMB (Jengger Biru)
Gejalanya
jengger tampak berkerut, pucat dan kemudian berwarna biru, suhu badan
ayam turun, ayam tampak kedinginan, nafsu makan turun, ayam menjadi
kurus, kotorannya encer dan berwarna keputihan.
Penyebabnya adalah adanya ganguan metabolisme, stres, dan infeksi bakteri atau virus
Pengobatannya ayam yang sakit dapat diobati dengan
a. Tetrachlor
b. Coccidiosis
c. Tetrafein
d. Furazon
e. Tetramysin Poultry Formula
f. Ampivet
g. Noptress Hijau
h. Neovet
Pencegahannya
ventilasi kandang cukup memadai, sanitasi kandang diperbaiki, jika hari
terlalu panas, ayam petarung dapat diberi Vita Strong, pemberian pakan
yang baik, yaitu diberi ransum pakan yang dilengkapi vitamin, serta
mineral didalam air minumnya.
PENYAKIT BERAK KAPUR
Gejalanya
kotoran ayam berlendir dan bercampur butiran putih seperti kapur, ayam
tampak lesu, sayapnya terkulai, warna bulunya kusam, selalu merasa
kehausan.
Penyebabnya adalah bakteri Salmonella Pullorum
Penularan melalui hubungan langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit, melalui pakan dan minuman.
Pengobatannya ayam yang sakit masih dapat disembuhkan dengan
a. Sulfamix
b. Noxal
c. Tetrafein
d. Coxalin
e. Trimezin dan obat-obatan anti biotik lainnya
Pencegahannya
kebersihan kandang harus dijaga, tempat pakan dan tempat minum ayam
harus selalu diperhatikan, ayam yang sakit dipisahkan atau dikarantina.
PENYAKIT COCCIDIOSIS (Berak Darah)
Gejalanya
kotoran encer dan berwarna merah karena bercampur darah, ayam tampak
pucat dan lesu, nafsu makan menurun, ayam menjadi kurus, warna bulunya
kusam
Penyebabnya adalah Protozoa dari Genus Coccidia yang merusak dinding usus dan pencernaan lainnya
Penularannya melalui pakan, airminum, dan perlengkapan kandang atau melalui kutu, serangan tikus, dan unggas lainnya
Pengobatannya ayam yang sakit bisa diberi obat
a. Suanovil
b. Coxy
c. Embacox
d. Trisulfa
e. Tetra Sulfa B-plek, dan obat anti biotik lainnya
Pencegahannya ayam yang sakit dipisahkan dari ayam yang sehat, kebersihan kandang dijaga, sanitasi juga harus baik.
PENYAKIT FOWL TYPKOID (Typus Ayam)
Gejalanya ayam
tampak lemah lesu, muka pucat dan bulunya kusam, nafsu makan menurun,
badan menjadi kurus, kotoran sering encer, berwarna kuning dan melekat
sehingga menutupi dubur, suhu badannya tinggi dan ayam selalu tampak
kehausan
Penyebabnya adalah Salmonella Gallinarum
Penularannya melalui kontak langsung antara ayam sakit dengan ayam sehat, pakan dan minuman, kandang dan peralatan lainnya
Pengobatannya ayam yang menderita sakit ini dapat diobati dengan
a. Nitrofurazoldone (NF-180)
b. Tetrachlor
c. Coccilin Kapsul
d. Neosulfacixalin
e. Fural Tetra
f. Sulfaxline, dan obat-obatan anti biotik lainnya
Pencegahannya
ayam yang sakit dikarantina, kebersihan kandang dan peralatan lainnya
harus selalu dijaga, sanitasi harus baik agar kondisi kandang selalu
kering, ventilasi kandang diusahakan cukup baik agar udara dan sinar
matahari bisa masuk
PENYAKIT BRONCHITIS
Gejalanya hidung ayam mengeluarkan lendir, sesak napas, ayam sering bersin atau batuk-batuk, mulut ayam selalu terbuka
Penyebabnya adalah Virus Terpeia Pulli
Penularannya melalui hubungan langsung antara ayam sehat dengan ayam yang sakit serta melalui pakan dan minuman
Pengobatannya sampai sekarang belum ditemukan obat untuk penyakit Bronkhitis
Pencegahannya
tempat pakan dan minum direndam dengan larutan Antisep, Neo Antisep,
atau Medisep setiap satu minggu sekali, kebersihan kandang dan sistem
sanitasi harus selalu dijaga, dilakukan vaksinasi dengan vaksin
bronkhitis, nafsu makan ayam ditingkatkan dengan memberikan Vita Strong,
Vita Chick, atau Fortevit melalui air minum.
PENYAKIT MAREK (Marek's Disaese)
Gejalanya ayam
terlihat kejang, kakinya pincang atau lumpuh, kedudukan kaki yang satu
kedepan dan kaki yang lainnya ke belakang, sayap menggantung lumpuh,
kadang-kadang posisi leher seperti terpulir, napas sesak, berat badan
menurun, kotorannya mencret dan berwarna kehijauan, bulu kusam
Penyebabnya adalah Virus Marek (Harpes) atau Virus Deoxyribonucleicid.
Penularan melalui pernapasan dan kotoran
Pengobatannya ayam yang terkena penyakit Marek ini dapat diobati dengan Ostelin Kapsul
Pencegahannya
ayam yang sakit segera di karantina agar tidak terjadi penularan,
sistem sanitasi kandang diusahakan dengan baik, ayam yang masih berumur
satu hari di beri Vaksinasi dengan Vaksin TAD Marek Vac (Vaksin
Marimune) dan Vaksin Moravac
PENYAKIT IMPACTION (Tembolok Mengeras)
Gejalanya
tembolok ayam membesar dan mengeras, ayam tampak lesu atau lemah, dari
mulut atau hidung keluar cairan berbau busuk, kemauan makan masih ada
namun ayam sukar menelan
Penyebabnya adalah pemberian
pakan yang tidak teratur dan tidak terkontrol, kadang-kadang ayam
memakan benda yang keras sehingga sulit dicerna, misalnya karet gelang,
tali rafia, sabut kelapa, jamur, bulu, plastik, dan lain sebagainya yang
dapat melemahkan tembolok. Selain itu penyebabnya adalah ayam kurang
minum
Pengobatannya untuk sementara ayam tidak diberi
pakan, isi tembolok yang diencerkan dengan obat tembolok. Tembolok
dipijit-pijit sampai lunak dan diusahakan isinya dimuntahkan dengan cara
kepalanya diarahkan kebawah. Setelah bersih, satu jam kemudian baru
boleh diberi pakan yang lunak, misalnya buah pepaya yang matang atau
menggunakan pisang
Pencegahannya pakan dan minum
diberikan secara teratur dan terkontrol, kebersihan kandang dan
sekitarnya dijaga dengan baik. Benda-benda keras yang membahayakan
pencernaan dijauhkan dari lingkungan kandang atau sekitar ayam.
KAKI BUBUL (Bumble Foot)
Gejalanya telapak kaki bengkak dan mengeras, ayam berjalan pincang dan kaki yang sakit sering diangkat atau digantung
Penyebabnya
telapak kaki ayam terluka karena terkena alas kandang atau ayam turun
dari tempat yang tinggi. Jika luka tersebut kemasukan bakteri, telapak
kaki menjadi bengkak, bernanah, dan mengeluarkan bau busuk.
Pengobatannya
bagian kaki yang membengkak dicuci dan dibersihkan dengan kapas
beralkohol kemudian dibedah dengan menggunakan pisau yang tajam dan
steril. Cairan atau nanah yang sudah mengeras dikeluarkan semua, jika
telah bersih telapak kaki tersebut segera ditetesi dengan Neo Antisep
atau diolesi dengan Salep Cil. Dan kemudian luka dibalut agar tidak
kemasukan bakteri dan kuman penyakit
Pencegahannya alas
kandang diusahakan terbuat dari bahan yang tidak mudah melukai kaki
ayam. Tenggeran dibuat dengan permukaan agak membulat dan dipasang tidak
terlalu tinggi dari permukaan kandang
KAKI BERKAPUR
Sisik kaki terlihat berdiri dan dibawahnya terdapat zat tebal seperti kapur, ayam sulit menggerakan kakinya
Penyebabnya adalah Kutu atau Tungau Kudis Cnemidocoptes Mutans
Pengobatannya
kaki ayam yang sakit dibersihkan dengan diluruhkan lapisan kapurnya
dengan larutan Alkohol 70 persen atau Boor Water lalu olesi dengan Salep
Belerang 10 persen
Pencegahannya kebersihan kandang harus lebih dijaga atau ditingkatkan, sistem sanitasi dan ventilasi diusahakan lebih baik lagi
KUTU DIDALAM BULU
Gejalanya
ayam gelisah dan tidak dapat tidur, ayam tampak pucat, badan ayam
terlihat kurus, pertumbuhan badannya terlambat, kulit dan bulunya
terlihat rusak
Penyebabnya adalah kutu yang biasanya
bersarang dikulit atau melekat dibulu ayam. Kutu parasit ini menghisap
darah ayam. Selain sebagai parasit, kutu juga dapat memindahkan penyakit
tertentu, misalnya kolera, NCD, dan lain sebagainya
Pengobatannya
seluruh tubuh dan juga ekor ayam dibedaki tepung DDT 0,5. Cara lainnya
dengan memandikan ayam menggunakan larutan Neguvon 0,15 persen (15 gram
untuk 10 liter air) caranya satu persatu ayam dicelupkan kedalam larutan
Neguvon selama 1 sampai 2 menit. Selain itu dapat juga dilakukan
pengobatan dengan cara digosok dengan salep belerang pada bagian yang
terserang kutu. Salep ini terbuat dari campuran serbuk belerang dan
vaselin dengan perbandingan 1 : 4
Pencegahannya kebersihan kandang dijaga dengan baik, secara berkala kandang disemprot dengan obat anti kutu.
Demikianlah
telah diuraikan mengenai beberapa penyakit yang sering terjadi pada
ayam aduan berikut cara pengobatan serta pencegahannya.
Breeding Modern Menggabungkan Berbagai Trah Ayam Petarung, Ayam Birma, Ayam Bangkok, Ayam Vietnam Saigon Dan Ayam Laga Lainnya Untuk Menciptakan Gaya Dan Teknik Baru Agar Memiliki Nilai Seni Yang Tinggi Serta Berinovasi Menghasilkan Kualitas Unggul Sehingga Dapat Tercipta Kemenangan
Rabu, 29 Mei 2013
Selasa, 28 Mei 2013
Ayam Aduan Serta Filosofi Yang Dapat Dipetik Untuk Diambil Sebagai Pelajaran Dari Pertarungannya
Terlepas dari pro dan kontra mengenai adanya sebuah pertarungan antar jago-jago petarung yang berlangsung, sebenarnya banyak folosofi yang dapat dipetik dari ayam jago berikut pertarungannya tersebut.
Filosofi tersebut, diantaranya adalah:
1. Berani dan Jujur
Seekor ayam jago yang melihat jago lain disekitarnya, akan segera mendatangi jago asing tersebut dengan sikap berani. Kadang-kadang ia akan menemui jago asing tersebut mempunyai kelebihan tertentu, semisal badannya yang lebih besar, namun demikian, dengan sikap berani ia akan melabrak jago asing tersebut tanpa terlalu mempedulikan segala kelebihan yang dimilikinya.
Jika dalam beberapa gebrakan pertarungan ia merasa bahwa jago asing itu bukan tandingannya, ia akan segera menghentikan pertarungannya dan segera berlari menghindar. Artinya, ia secara jujur mengakui, bahwa dirinya bukanlah lawan sepadan bagi jago asing tersebut.
Sikap ini tetap dipertahankannya selama ia merasa belum mampu bertanding melawan jago tersebut. Oleh karna itu, ia akan senantiasa lari menghindar jika bertemu dengan musuhnya tersebut.
2. Sikap Ksatria
Sesungguhnya pertarungan tersebut merupakan sifat naluri dari ayam. Ayam jago akan bertarung sekuat tenaga dan segala kemampuan tarung yang dimilikinya untuk memperebutkan dan mempertahankan suatu wilayah.
Bagi jago yang menguasai wilayah tersebut akan bertarung habis-habisan mempertahankan wilayahnya, sementara jago pendatang pun akan berlaku hal yang sama, yaitu mengerahkan segenap kemampuannya untuk dapat merebut atau menguasai wilayah tersebut. Setelah pertarungan usai, muncul sang pemenang, entah itu ayam penguasa lama wilayah tersebut atau pendatang baru, namun yang pasti, ayam pemenang akan berkokok dengan suara nyaring menyerukan kemenangannya, sementara ayam yang kalah dengan sportif mengaku kalah dan berlari menjauh dari sang pemenang.
3. Sikap Sportif
Dari kejadian yang digambarkan diatas, apa yang akan dilakukan ayam yang kalah dalam memperebutkan wilayah tersebut?
Selain lari menghindar, ayam tersebut juga akan menyuarakan kekalahannya dengan suara "KEOK-KEOK"! Artinya, secara sportif dan jujur ayam yang kalah mengakui kekalahannya dan lari menghindar. Ayam yang kalah mengaku secara jantan, bahwa ia kalah, dengan suara "keok-keoknya", dan mengakui kehebatan musuhnya, dengan lari menghindar. Bagi ayam pemenang, ia akan berkokok dan tidak akan memburu ayam yang dikalahkannya hingga mati, umpamanya.
4. Sikap Melindungi Pasangannya
Selain untuk memperebutkan suatu wilayah, pertarungan antara jagoan tersebut sering juga karna memperebutkan pasangan pada musim kawin.
Jago pemenang akan menjadi pasangan babon yang diperebutkan, dan yang kalah secara sportif lari menghindar untuk mencari babon yang lain.
Apa yang dilakukan ayam jago pemenang kemudian jika ia menemukan makanan saat bersama babon pasangannya tersebut?
Ia tidak akan terburu-buru memakan makanan itu sendirian, namun ia memanggil babon pasangannya untuk memakan makanan tersebut duluan, sementara ia sendiri belakangan!
Begitulah bebarapa pelajaran atau filosofi yang sebenarnya dapat dipetik dari ayam petarung berikut persabungan yang menjadi ciri khasnya. Persetujuan atau ketidaksetujuan dengan pendapat tersebut, kembali berpulang pada masing-masing pribadi. Filosofi tersebut akan dapat dinikmati dan dipetik oleh orang-orang yang mau mengambilnya sebagai pelajaran.
Filosofi tersebut, diantaranya adalah:
1. Berani dan Jujur
Seekor ayam jago yang melihat jago lain disekitarnya, akan segera mendatangi jago asing tersebut dengan sikap berani. Kadang-kadang ia akan menemui jago asing tersebut mempunyai kelebihan tertentu, semisal badannya yang lebih besar, namun demikian, dengan sikap berani ia akan melabrak jago asing tersebut tanpa terlalu mempedulikan segala kelebihan yang dimilikinya.
Jika dalam beberapa gebrakan pertarungan ia merasa bahwa jago asing itu bukan tandingannya, ia akan segera menghentikan pertarungannya dan segera berlari menghindar. Artinya, ia secara jujur mengakui, bahwa dirinya bukanlah lawan sepadan bagi jago asing tersebut.
Sikap ini tetap dipertahankannya selama ia merasa belum mampu bertanding melawan jago tersebut. Oleh karna itu, ia akan senantiasa lari menghindar jika bertemu dengan musuhnya tersebut.
2. Sikap Ksatria
Sesungguhnya pertarungan tersebut merupakan sifat naluri dari ayam. Ayam jago akan bertarung sekuat tenaga dan segala kemampuan tarung yang dimilikinya untuk memperebutkan dan mempertahankan suatu wilayah.
Bagi jago yang menguasai wilayah tersebut akan bertarung habis-habisan mempertahankan wilayahnya, sementara jago pendatang pun akan berlaku hal yang sama, yaitu mengerahkan segenap kemampuannya untuk dapat merebut atau menguasai wilayah tersebut. Setelah pertarungan usai, muncul sang pemenang, entah itu ayam penguasa lama wilayah tersebut atau pendatang baru, namun yang pasti, ayam pemenang akan berkokok dengan suara nyaring menyerukan kemenangannya, sementara ayam yang kalah dengan sportif mengaku kalah dan berlari menjauh dari sang pemenang.
3. Sikap Sportif
Dari kejadian yang digambarkan diatas, apa yang akan dilakukan ayam yang kalah dalam memperebutkan wilayah tersebut?
Selain lari menghindar, ayam tersebut juga akan menyuarakan kekalahannya dengan suara "KEOK-KEOK"! Artinya, secara sportif dan jujur ayam yang kalah mengakui kekalahannya dan lari menghindar. Ayam yang kalah mengaku secara jantan, bahwa ia kalah, dengan suara "keok-keoknya", dan mengakui kehebatan musuhnya, dengan lari menghindar. Bagi ayam pemenang, ia akan berkokok dan tidak akan memburu ayam yang dikalahkannya hingga mati, umpamanya.
4. Sikap Melindungi Pasangannya
Selain untuk memperebutkan suatu wilayah, pertarungan antara jagoan tersebut sering juga karna memperebutkan pasangan pada musim kawin.
Jago pemenang akan menjadi pasangan babon yang diperebutkan, dan yang kalah secara sportif lari menghindar untuk mencari babon yang lain.
Apa yang dilakukan ayam jago pemenang kemudian jika ia menemukan makanan saat bersama babon pasangannya tersebut?
Ia tidak akan terburu-buru memakan makanan itu sendirian, namun ia memanggil babon pasangannya untuk memakan makanan tersebut duluan, sementara ia sendiri belakangan!
Begitulah bebarapa pelajaran atau filosofi yang sebenarnya dapat dipetik dari ayam petarung berikut persabungan yang menjadi ciri khasnya. Persetujuan atau ketidaksetujuan dengan pendapat tersebut, kembali berpulang pada masing-masing pribadi. Filosofi tersebut akan dapat dinikmati dan dipetik oleh orang-orang yang mau mengambilnya sebagai pelajaran.
Ayam Aduan dan Perbedaan Sudut Pandang Mengenai Pertarungannya
Banyak kalangan, terutama dari kalangan pecinta atau penyayang binatang, yang tidak setuju dengan kegiatan pertarungan atau persabungan antara ayam-ayam petarung menyebutkan, bahwa pertarungan antar ayam-ayam aduan merupakan salah satu bentuk penyiksaan atau kekejaman pada binatang yang seharusnya kini sudah tidak ada lagi diabad modern seperti ini.
Menurut pendapat rata-rata orang dari kalangan pecinta binatang tersebut menyebutkan, bahwa kehadiran hewan atau binatang sebenarnya bukan untuk disiksa, baik dengan jalan diadu atau dengan cara-cara lainnya, namun untuk disayangi atau dicintai, karena hewan-hewan tersebut merupakan permata alam nan mempesona serta kehadirannya sesungguhnya melengkapi hingga menyatu dengan keindahan alam ciptaan Tuhan ini.
Apalagi tidak jarang ditemui, hewan yang diadu, sebutlah misalnya ayam petarung, akan mendapat luka parah akibat pertarungan yang diatur manusia tersebut. Bahkan tidak sedikit pula ayam petarung yang harus menemui ajalnya secara tragis setelah mengalami kekalahan dalam pertarungannya!
Malahan dibeberapa tempat, sebut misal salah satunya di pulau Bali, ayam aduan masing-masing telah diberi senjata tambahan yang mengerikan, berupa taji tambahan, yaitu semacam pisau tajam yang terbuat dari besi yang diikatkan pada kaki ayam petarung, hingga jika taji besi nan tajam tersebut tepat mengenai tubuh lawannya, maka kematianlah yang kemungkinan besar akan dialami lawannya tersebut!
Bukankah ini salah satu bentuk penyiksaan binatang yang teramat kejam pada jaman yang telah sangat modern ini?
Jika kita melihat kejadian pertarungan ayam di Bali tersebut dari sudut kaca mata para pecinta binantang, mungkin ada benarnya kita mengatakan hal itu. Persabungan dengan tambahan senjata mematikan tersebut merupakan bentuk kekejaman manusia pada hewan atau binatang!
Akan tetapi, jika kita melihatnya dari sudut pandang orang-orang yang mengadakan pertarungan bagi jago-jago petarung atau penggemar persabungan tersebut, mungkin akan lain ucapan kita.
Alasan pemakaian taji besi pada jago petarung, menurut para penggemar persabungan adalah agar pertarungan menjadi lebih singkat waktunya, sehingga luka yang didapat ayam petarrung tidak banyak atau parah, dan kematian yang didapat ayam yang kalah akan berlangsung dengan cepat tanpa menyisakan kesakitan dalam jangka waktu lama.
Bukankah ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap binatang dalam sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang pecinta hewan?
Kekejaman yang mungkin disetujui oleh pihak penggemar ayam petarung, adalah membiarkan ayam petarung yang terluka begitu saja tanpa perawatan sama sekali! Atau jika tidak kita mengambil peristiwa persabungan di Bali, tindakan kejam yang mungkin disetujui oleh para penggemar persabungan adalah menggunakan taji yang tumpul, sehingga jika mengenai salah satu ayam aduan, senjata tersebut akan melukai dan tidak cepat menimbulkan kematian bagi ayam. Artinya, ayam tersebut hanya akan menderita sakit dalam jangka waktu yang lama.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa bentuk kekejaman terhadap binatang tersebut tergantung dari sudut pandang pribadi masing-masing! Suatu tindakan yang dikatakan kejam oleh satu pihak, belum tentu begitu pula halnya dengan yang dikatakan oleh pihak lain. Dan begitu pula sebaliknya. Semua berpulang dari sudut pandang pribadi masing-masing.
Lalu, kenapa harus ada pertarungan? Lebih jelasnya lagi, kenapa dan apa tujuan yang hendak dicapai dengan adanya pertarungan antar jago-jago petarung tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersbut tentu saja sulit dan beragam jawaban yang akan dikemukakan. Yang pasti, semua jawaban tersebut kembali berpulang pada diri pribadi masing-masing. Bahkan sekalipun bagi para penggemar ayam petarung, jawaban atas pertanyaan tersebut akan berpulang pada motivasi dan niat tujuan masing-masing yang tentu berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Menurut pendapat rata-rata orang dari kalangan pecinta binatang tersebut menyebutkan, bahwa kehadiran hewan atau binatang sebenarnya bukan untuk disiksa, baik dengan jalan diadu atau dengan cara-cara lainnya, namun untuk disayangi atau dicintai, karena hewan-hewan tersebut merupakan permata alam nan mempesona serta kehadirannya sesungguhnya melengkapi hingga menyatu dengan keindahan alam ciptaan Tuhan ini.
Apalagi tidak jarang ditemui, hewan yang diadu, sebutlah misalnya ayam petarung, akan mendapat luka parah akibat pertarungan yang diatur manusia tersebut. Bahkan tidak sedikit pula ayam petarung yang harus menemui ajalnya secara tragis setelah mengalami kekalahan dalam pertarungannya!
Malahan dibeberapa tempat, sebut misal salah satunya di pulau Bali, ayam aduan masing-masing telah diberi senjata tambahan yang mengerikan, berupa taji tambahan, yaitu semacam pisau tajam yang terbuat dari besi yang diikatkan pada kaki ayam petarung, hingga jika taji besi nan tajam tersebut tepat mengenai tubuh lawannya, maka kematianlah yang kemungkinan besar akan dialami lawannya tersebut!
Bukankah ini salah satu bentuk penyiksaan binatang yang teramat kejam pada jaman yang telah sangat modern ini?
Jika kita melihat kejadian pertarungan ayam di Bali tersebut dari sudut kaca mata para pecinta binantang, mungkin ada benarnya kita mengatakan hal itu. Persabungan dengan tambahan senjata mematikan tersebut merupakan bentuk kekejaman manusia pada hewan atau binatang!
Akan tetapi, jika kita melihatnya dari sudut pandang orang-orang yang mengadakan pertarungan bagi jago-jago petarung atau penggemar persabungan tersebut, mungkin akan lain ucapan kita.
Alasan pemakaian taji besi pada jago petarung, menurut para penggemar persabungan adalah agar pertarungan menjadi lebih singkat waktunya, sehingga luka yang didapat ayam petarrung tidak banyak atau parah, dan kematian yang didapat ayam yang kalah akan berlangsung dengan cepat tanpa menyisakan kesakitan dalam jangka waktu lama.
Bukankah ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap binatang dalam sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang pecinta hewan?
Kekejaman yang mungkin disetujui oleh pihak penggemar ayam petarung, adalah membiarkan ayam petarung yang terluka begitu saja tanpa perawatan sama sekali! Atau jika tidak kita mengambil peristiwa persabungan di Bali, tindakan kejam yang mungkin disetujui oleh para penggemar persabungan adalah menggunakan taji yang tumpul, sehingga jika mengenai salah satu ayam aduan, senjata tersebut akan melukai dan tidak cepat menimbulkan kematian bagi ayam. Artinya, ayam tersebut hanya akan menderita sakit dalam jangka waktu yang lama.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan, bahwa bentuk kekejaman terhadap binatang tersebut tergantung dari sudut pandang pribadi masing-masing! Suatu tindakan yang dikatakan kejam oleh satu pihak, belum tentu begitu pula halnya dengan yang dikatakan oleh pihak lain. Dan begitu pula sebaliknya. Semua berpulang dari sudut pandang pribadi masing-masing.
Lalu, kenapa harus ada pertarungan? Lebih jelasnya lagi, kenapa dan apa tujuan yang hendak dicapai dengan adanya pertarungan antar jago-jago petarung tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersbut tentu saja sulit dan beragam jawaban yang akan dikemukakan. Yang pasti, semua jawaban tersebut kembali berpulang pada diri pribadi masing-masing. Bahkan sekalipun bagi para penggemar ayam petarung, jawaban atas pertanyaan tersebut akan berpulang pada motivasi dan niat tujuan masing-masing yang tentu berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Senin, 01 April 2013
Ayam Suro dan Katurangga Ules atau Bulu Serta Kelebihan dan Derajat Ayam Aduan
Ayam suro merupakan ayam yang memiliki daya
mistik dan mempunyai ciri-ciri yang tidak semestinya
ada pada ayam lain secara umum. konon ayam suro
memiliki kekuatan mistik dan derajat yang lebih
tinggi dibanding ayam lainnya sehingga ayam suro
hanya bisa dilawan dengan ayam suro lainnya. karena bila ayam suro dilawan dengan ayam yang
tidak memiliki unsur ciri ayam suro maka konon
ayam lawan akan kalah tanpa sebab yang tidak
jelas. Ciri-ciri ayam suro yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut:
1. Suro Cepaka :
Apabila ayam ber'Ules Wido cepaka (bulu ayam yang berwarna putih kehijauan), Buntut mubal (ekor ayam yang terdiri atas warna hitam & putih), jalu cantel (jalu yang bentuknya melengkung keatas), jengger tigan (jengger yang berbelah 3).
2. Suro Ireng :
Apabila ayam berwarna hitam, rawis & wiring merah hati (ules Galih), dengan mata hitam, jengger tigan (jengger berbelah 3), jalu panjang tapi tidak tajam dan kakinya berwarna hitam.
3. Suro Bungkus :
Apabila ayam ber'Ules blorok, berkaki hitam, berjalu bungkus.
4. Suro Watu:
Apabila dibawah jalu ayam terdapat benjolan seperti batu.
5. Suro Kopyor :
Bila saat ayam dipegang lalu digoyang maka akan terdengar seperti ada air ditubuh ayam.
6. Suro Pengantin :
Bila terdapat 2 bulu pada bagian ekor yang menjulang lebih panjang dari bulu lainnya
7. Suro Dukun :
Bila terdapat 1 bulu pada bagian ekor yang menjulang lebih panjang dari bulu lainnya
8. Suro Petir :
Bila sisik pada jari tengah ayam pecah terbagi dua
9. Suro Rembes :
Bila mata ayam terlihat seperti ayam sedang sedih/menangis
10. Suro Teleh :
Bila ayam memiliki dua teleh
11. Suro Tanjung Karang :
Bila ayam memiliki jalu susun
Nama-nama Katuranggan Ayam Secara Umum
Diantaranya :
1. Ayam Kinantan Putih:
Bila ayam ber'ules putih bersih (tembus paruh, mata, kaki) kelebihan Ayam Kinantan Putih : membawa keberuntungan dalam perniagaan, sebagai ayam tolak bala penyakit, ataupun juga guna-guna dari ilmu hitam.
2. Gagak Limang :
Bila ayam ber'ules jragem (bulu warna hitam kilap) dengan bulu sayap tumbuh dobel sedangkan pada bentuk sayapnya menyilang menyerupai gunting. Kelebihan Ayam Gagak Limang : Ayam menangan.
3. Geger Karang :
Apabila bagian sayap ayam paling ujung terdapat 1 bulu warna putih. Kelebihan Ayam Geger Karang : Ayam ulet dan tidak mudah menyerah.
4. Songgo Bumi :
Apabila posisi tidur ayam lehernya
diselonjorkan lurus kedepan menyentuh tanah.
Kelebihan Ayam Songgo Bumi : Ayam mempunyai pola tarung mengunci lawan, tahan pukul, dan mental tarung yang bagus.
5. Pancuran Emas :
Apabila ayam memiliki sisik kaki pada bagian kanan maupun kiri tersusun rapi. Kelebihan Ayam Pancuran Emas : Terhindar dari sial.
6. Gembolo Geni :
Apabila jalu pada kaki ayam kanan kiri tumbuhnya satu saja dan ber'ules kelabu kemerahan dengan sisik kaki warna putih.
7. Bima Kurda :
Apabila pada bagian dada tumbuh bulu-bulu lebar. Kelebihan Bima Kurda : mempunyai wibawa yang
bagus dan menangan.
8. Kadal Meteng :
Bila kedua jari tengah ayam terlihat seperti bengkak (bukan bubulan).
9. Tunggak Alingan :
Bila ayam jalannya jinjit jari belakang tidak menyentuh tanah saat jalan.
10. Basunanda :
Apabila ayam memiliki kaki berwarna kelabu kehitaman.
11. Begananda :
Bila ayam memiliki kaki berwarna kuning kemerahan.
12. Mas Tinuruh :
Bila ayam memiliki bulu warna putih kehijauan dengan kaki berwarna kuning.
13. Mas Sinagling :
Bila ayam memiliki bulu warna putih kehijauan dengan kaki berwarna kuning mencolok.
14. Kopek & Kopyor :
Kopek adalah ayam yang pukulannya membutakan mata lawan, sedangkan Kopyor adalah ayam yang
penampilannya membuat musuh gemetar.
Ciri-ciri Ules Ayam Wiring Kuning:
1. warna bulu terdiri dari warna dasar hitam.
2. warna bulu rawis leher berwarna kuning
keemasan.
3. warna rawis pinggang juga berwarna kuning
keemasan.
4. paruh, kaki, jalu & kuku juga berwarna kuning.
5. nilai lebih bila mata juga berwarna kuning.
6. bila ciri-ciri diatas lengkap maka dinamakan
"wiring kuning tembus".
Ciri-ciri Ules Ayam Wiring Galih:
1. warna bulu terdiri dari warna dasar hitam.
2. warna bulu rawis leher berwarna kuning
kemerahan.
3. warna bulu rawis pinggang juga berwarna
kuning kemerahan
4. paruh, kaki, jalu, & kuku juga berwarna
kehitaman atau hitam.
5. nilai lebih bila mata juga berwarna hitam.
6. bila ciri-ciri diatas lengkap maka dinamakan "ules
galih tembus"
Ciri-ciri Ules Ayam Wangkas:
1. ayam wangkas memiliki warna dasar yang
hampir sama dengan warna rawisnya.
2. jika warna bulu cenderung kuning keemasan
disebut WANGKAS EMAS dan jika warna lebih
gelap kemerahan disebut dengan WANGKAS GENI.
3. jika warna bulu cenderung kuning kecoklatan
disebut ULES SAPI,
Ciri-ciri Ules Ayam Klawu:
1. ayam memiliki warna dasar abu-abu.
2. jika rawis berwarna gelap atau kehitaman
disebut "klawu kethek".
3. jika rawisnya berwarna kuning kemerahan
disebut "Klawu geni".
4. jika hanya berwarna klawu keseluruhan
dinamakan ules "Klawu".
Ciri-ciri Ules Ayam Blorok:
1. ayam memiliki warna bulu dasar tultul hitam
putih.
2. ules blorok dianggap istimewa jika kombinasi
warnanya lengkap yaitu hitam, putih, merah, dan
sekilas nampak terlihat warna mengkilat
kehijauan maka ules ini disebut dengan nama
ules bulu "Blorok Madu".
Ciri-ciri Ules Ayam Jragem:
1. ayam memiliki warna dasar bulu hitam begitu
juga dengan warna rawis leher dan bulu rawis
pinggangnya.
2. jika paruh, mata, kaki, jalu dan kuku juga
berwarna hitam maka disebut ules bulu jragem
tembus.
3. jika keseluruhan berwarna hitam termasuk kulit,
muka, jengger, jembel, dan lidah ayam juga
berwarna hitam maka disebut "Ayam Cemani".
Ciri-ciri Ules Ayam Jalak:
1. ayam memiliki warna dasar hitam dengan warna
rawis leher dan pinggang cenderung berwarna
putih, ada juga yang berwarna putih kekuningan,
putih kehitaman dan putih keabu-abuan.
2. ayam jalak dikatakan istimewa bila memiliki
warna dasar hitam, rawis leher dan pinggang
berwarna putih, paruh, mata, kaki, jalu dan kuku
berwarna putih.
Ciri-ciri Ules Ayam Jali:
1. ayam memiliki warna dasar berbulu blirik yang
tersusun rapi, berbeda dengan blorok yang
memiliki warna bercorak tidak beraturan.
2. ules jali corak blirik terdapat pada setiap helai
bulu terdapat berbagai warna, sedangkan blorok
setiap bulu hanya memiliki satu warna.
Ciri-ciri Ules Ayam Putih:
1. ayam memiliki bulu berwarna putih keseluruan
baik bulu warna dasar maupun bulu warna rawis.
2. jika ayam berwarna putih keseluruhan (paruh,
mata, kaki, jalu, dan kuku) juga berwarna putih
maka ayam tersebut dinamakan ayam kinantan
putih.
mistik dan mempunyai ciri-ciri yang tidak semestinya
ada pada ayam lain secara umum. konon ayam suro
memiliki kekuatan mistik dan derajat yang lebih
tinggi dibanding ayam lainnya sehingga ayam suro
hanya bisa dilawan dengan ayam suro lainnya. karena bila ayam suro dilawan dengan ayam yang
tidak memiliki unsur ciri ayam suro maka konon
ayam lawan akan kalah tanpa sebab yang tidak
jelas. Ciri-ciri ayam suro yang dimaksud diatas adalah sebagai berikut:
1. Suro Cepaka :
Apabila ayam ber'Ules Wido cepaka (bulu ayam yang berwarna putih kehijauan), Buntut mubal (ekor ayam yang terdiri atas warna hitam & putih), jalu cantel (jalu yang bentuknya melengkung keatas), jengger tigan (jengger yang berbelah 3).
2. Suro Ireng :
Apabila ayam berwarna hitam, rawis & wiring merah hati (ules Galih), dengan mata hitam, jengger tigan (jengger berbelah 3), jalu panjang tapi tidak tajam dan kakinya berwarna hitam.
3. Suro Bungkus :
Apabila ayam ber'Ules blorok, berkaki hitam, berjalu bungkus.
4. Suro Watu:
Apabila dibawah jalu ayam terdapat benjolan seperti batu.
5. Suro Kopyor :
Bila saat ayam dipegang lalu digoyang maka akan terdengar seperti ada air ditubuh ayam.
6. Suro Pengantin :
Bila terdapat 2 bulu pada bagian ekor yang menjulang lebih panjang dari bulu lainnya
7. Suro Dukun :
Bila terdapat 1 bulu pada bagian ekor yang menjulang lebih panjang dari bulu lainnya
8. Suro Petir :
Bila sisik pada jari tengah ayam pecah terbagi dua
9. Suro Rembes :
Bila mata ayam terlihat seperti ayam sedang sedih/menangis
10. Suro Teleh :
Bila ayam memiliki dua teleh
11. Suro Tanjung Karang :
Bila ayam memiliki jalu susun
Nama-nama Katuranggan Ayam Secara Umum
Diantaranya :
1. Ayam Kinantan Putih:
Bila ayam ber'ules putih bersih (tembus paruh, mata, kaki) kelebihan Ayam Kinantan Putih : membawa keberuntungan dalam perniagaan, sebagai ayam tolak bala penyakit, ataupun juga guna-guna dari ilmu hitam.
2. Gagak Limang :
Bila ayam ber'ules jragem (bulu warna hitam kilap) dengan bulu sayap tumbuh dobel sedangkan pada bentuk sayapnya menyilang menyerupai gunting. Kelebihan Ayam Gagak Limang : Ayam menangan.
3. Geger Karang :
Apabila bagian sayap ayam paling ujung terdapat 1 bulu warna putih. Kelebihan Ayam Geger Karang : Ayam ulet dan tidak mudah menyerah.
4. Songgo Bumi :
Apabila posisi tidur ayam lehernya
diselonjorkan lurus kedepan menyentuh tanah.
Kelebihan Ayam Songgo Bumi : Ayam mempunyai pola tarung mengunci lawan, tahan pukul, dan mental tarung yang bagus.
5. Pancuran Emas :
Apabila ayam memiliki sisik kaki pada bagian kanan maupun kiri tersusun rapi. Kelebihan Ayam Pancuran Emas : Terhindar dari sial.
6. Gembolo Geni :
Apabila jalu pada kaki ayam kanan kiri tumbuhnya satu saja dan ber'ules kelabu kemerahan dengan sisik kaki warna putih.
7. Bima Kurda :
Apabila pada bagian dada tumbuh bulu-bulu lebar. Kelebihan Bima Kurda : mempunyai wibawa yang
bagus dan menangan.
8. Kadal Meteng :
Bila kedua jari tengah ayam terlihat seperti bengkak (bukan bubulan).
9. Tunggak Alingan :
Bila ayam jalannya jinjit jari belakang tidak menyentuh tanah saat jalan.
10. Basunanda :
Apabila ayam memiliki kaki berwarna kelabu kehitaman.
11. Begananda :
Bila ayam memiliki kaki berwarna kuning kemerahan.
12. Mas Tinuruh :
Bila ayam memiliki bulu warna putih kehijauan dengan kaki berwarna kuning.
13. Mas Sinagling :
Bila ayam memiliki bulu warna putih kehijauan dengan kaki berwarna kuning mencolok.
14. Kopek & Kopyor :
Kopek adalah ayam yang pukulannya membutakan mata lawan, sedangkan Kopyor adalah ayam yang
penampilannya membuat musuh gemetar.
Ciri-ciri Ules Ayam Wiring Kuning:
1. warna bulu terdiri dari warna dasar hitam.
2. warna bulu rawis leher berwarna kuning
keemasan.
3. warna rawis pinggang juga berwarna kuning
keemasan.
4. paruh, kaki, jalu & kuku juga berwarna kuning.
5. nilai lebih bila mata juga berwarna kuning.
6. bila ciri-ciri diatas lengkap maka dinamakan
"wiring kuning tembus".
Ciri-ciri Ules Ayam Wiring Galih:
1. warna bulu terdiri dari warna dasar hitam.
2. warna bulu rawis leher berwarna kuning
kemerahan.
3. warna bulu rawis pinggang juga berwarna
kuning kemerahan
4. paruh, kaki, jalu, & kuku juga berwarna
kehitaman atau hitam.
5. nilai lebih bila mata juga berwarna hitam.
6. bila ciri-ciri diatas lengkap maka dinamakan "ules
galih tembus"
Ciri-ciri Ules Ayam Wangkas:
1. ayam wangkas memiliki warna dasar yang
hampir sama dengan warna rawisnya.
2. jika warna bulu cenderung kuning keemasan
disebut WANGKAS EMAS dan jika warna lebih
gelap kemerahan disebut dengan WANGKAS GENI.
3. jika warna bulu cenderung kuning kecoklatan
disebut ULES SAPI,
Ciri-ciri Ules Ayam Klawu:
1. ayam memiliki warna dasar abu-abu.
2. jika rawis berwarna gelap atau kehitaman
disebut "klawu kethek".
3. jika rawisnya berwarna kuning kemerahan
disebut "Klawu geni".
4. jika hanya berwarna klawu keseluruhan
dinamakan ules "Klawu".
Ciri-ciri Ules Ayam Blorok:
1. ayam memiliki warna bulu dasar tultul hitam
putih.
2. ules blorok dianggap istimewa jika kombinasi
warnanya lengkap yaitu hitam, putih, merah, dan
sekilas nampak terlihat warna mengkilat
kehijauan maka ules ini disebut dengan nama
ules bulu "Blorok Madu".
Ciri-ciri Ules Ayam Jragem:
1. ayam memiliki warna dasar bulu hitam begitu
juga dengan warna rawis leher dan bulu rawis
pinggangnya.
2. jika paruh, mata, kaki, jalu dan kuku juga
berwarna hitam maka disebut ules bulu jragem
tembus.
3. jika keseluruhan berwarna hitam termasuk kulit,
muka, jengger, jembel, dan lidah ayam juga
berwarna hitam maka disebut "Ayam Cemani".
Ciri-ciri Ules Ayam Jalak:
1. ayam memiliki warna dasar hitam dengan warna
rawis leher dan pinggang cenderung berwarna
putih, ada juga yang berwarna putih kekuningan,
putih kehitaman dan putih keabu-abuan.
2. ayam jalak dikatakan istimewa bila memiliki
warna dasar hitam, rawis leher dan pinggang
berwarna putih, paruh, mata, kaki, jalu dan kuku
berwarna putih.
Ciri-ciri Ules Ayam Jali:
1. ayam memiliki warna dasar berbulu blirik yang
tersusun rapi, berbeda dengan blorok yang
memiliki warna bercorak tidak beraturan.
2. ules jali corak blirik terdapat pada setiap helai
bulu terdapat berbagai warna, sedangkan blorok
setiap bulu hanya memiliki satu warna.
Ciri-ciri Ules Ayam Putih:
1. ayam memiliki bulu berwarna putih keseluruan
baik bulu warna dasar maupun bulu warna rawis.
2. jika ayam berwarna putih keseluruhan (paruh,
mata, kaki, jalu, dan kuku) juga berwarna putih
maka ayam tersebut dinamakan ayam kinantan
putih.
Minggu, 31 Maret 2013
Katurangga Sisik Kaki Ayam Aduan
Katurangga Ayam Aduan ternyata sudah Tertulis dalam Kitab Betal jemur dari Yogyakarta, Kitab ini
sudah ada ratusan tahun silam disana sudah tertulis
beberapa katurangga sisik ayam aduan dan keterngan atau kelebihan dari ayam yang memiliki sisik tersebut
1. SISIK JARI TENGAH KIRI KANAN PECAH, NAMANYA
TUNJUNG KARANG, SIFATNYA ayam ini jika bertarung
maka dapat membingungkan musuhnya
2. SISIK KAKI KIRI KANAN NYINCIN RAPAT, NAMANYA
NAGAMANGSA, SIFATNYA Digdaya ampuh tahan
pukul
3. SISIK BELAKANG KAKI KIRI KANAN MENGHADAP KE
BAWAH, NAMANYA NAGATUMURUN, SIFATNYA Musuh
sial dan matanya akan terkena pukulan atau jalu
yang berakibat buta
4. SISIK KAKI KIRI KANAN SEPERTI KULIT SALAK,
NAMANYA NAGA BANDA, SIFATNYA dapat
mengalahkan musuhnya dalam beberapa pukulan
saja karena dalam beberapa pukulan musuh akan
lari
5. SISIK JARI KELINGKING PECAH SEMUA KIRI KANAN,
NAMANYA TUNGGAKWINARANAN, SIFATNYA
Musuhnya akan ketakutan dan menyerah jika di air
6. SISIK JARI PECAH SEMUA, NAMANYA BATUKARANG,
SIFATNYA membutakan musuh
7. SISIK MUNCUL DI TENGAH2 JARI BAGIAN BAWAH
KIRI KANAN, NAMANYA BATULAPAK, sifatnya
membuat musuh lemas
8. ADA SISIK YANG NONGOL ATAU NYLIP DI TENGAH2
KAKI, NAMANYA PUTRIKINURUNG, SIFATNYA KALO
MUKUL MUSUH KEJILING
9. SISIK YANG BERSIH TIDAK ADA SISIK YANG NONGOL
ATAU NYELIP, NAMANYA SATRIYASINEKTI, SIFATNYA
MENANG TANPA MENGALAHKAN MUSUH
10. SISIK NYINCIN/sembang SEJAJAR DENGAN TAJI
KALO WARNANYA WIRING KUNING NAMANYA
MASTINUWUH, SIFATNYA MENANGAN SEKALI
11. SISIK NYINCIN/sembang SEJAJAR DENGAN TAJI
KALO WARNANYA WIDO ATAU JALAK NAMANYA MAS
SINANGLING, SIFATNYA MENANGAN SEKALI
12. SISIK NYINCIN SEJAJAR DENGAN TAJI KALO
WARNANYA KELABU NAMANYA BASUNANDA,
SIFATNYA MENANGAN SEKALI Ayam Hebat Sulit
dikalahkan
sudah ada ratusan tahun silam disana sudah tertulis
beberapa katurangga sisik ayam aduan dan keterngan atau kelebihan dari ayam yang memiliki sisik tersebut
1. SISIK JARI TENGAH KIRI KANAN PECAH, NAMANYA
TUNJUNG KARANG, SIFATNYA ayam ini jika bertarung
maka dapat membingungkan musuhnya
2. SISIK KAKI KIRI KANAN NYINCIN RAPAT, NAMANYA
NAGAMANGSA, SIFATNYA Digdaya ampuh tahan
pukul
3. SISIK BELAKANG KAKI KIRI KANAN MENGHADAP KE
BAWAH, NAMANYA NAGATUMURUN, SIFATNYA Musuh
sial dan matanya akan terkena pukulan atau jalu
yang berakibat buta
4. SISIK KAKI KIRI KANAN SEPERTI KULIT SALAK,
NAMANYA NAGA BANDA, SIFATNYA dapat
mengalahkan musuhnya dalam beberapa pukulan
saja karena dalam beberapa pukulan musuh akan
lari
5. SISIK JARI KELINGKING PECAH SEMUA KIRI KANAN,
NAMANYA TUNGGAKWINARANAN, SIFATNYA
Musuhnya akan ketakutan dan menyerah jika di air
6. SISIK JARI PECAH SEMUA, NAMANYA BATUKARANG,
SIFATNYA membutakan musuh
7. SISIK MUNCUL DI TENGAH2 JARI BAGIAN BAWAH
KIRI KANAN, NAMANYA BATULAPAK, sifatnya
membuat musuh lemas
8. ADA SISIK YANG NONGOL ATAU NYLIP DI TENGAH2
KAKI, NAMANYA PUTRIKINURUNG, SIFATNYA KALO
MUKUL MUSUH KEJILING
9. SISIK YANG BERSIH TIDAK ADA SISIK YANG NONGOL
ATAU NYELIP, NAMANYA SATRIYASINEKTI, SIFATNYA
MENANG TANPA MENGALAHKAN MUSUH
10. SISIK NYINCIN/sembang SEJAJAR DENGAN TAJI
KALO WARNANYA WIRING KUNING NAMANYA
MASTINUWUH, SIFATNYA MENANGAN SEKALI
11. SISIK NYINCIN/sembang SEJAJAR DENGAN TAJI
KALO WARNANYA WIDO ATAU JALAK NAMANYA MAS
SINANGLING, SIFATNYA MENANGAN SEKALI
12. SISIK NYINCIN SEJAJAR DENGAN TAJI KALO
WARNANYA KELABU NAMANYA BASUNANDA,
SIFATNYA MENANGAN SEKALI Ayam Hebat Sulit
dikalahkan
Jumat, 29 Maret 2013
Pemberian Pakan, Vitamin dan Suplemen untuk Ayam Aduan Berdasar Type dan Jenis Pukulan dari Ayam Petarung
Menjaga pola makan dan suplemen yang akan kita berikan ke ayam. Pola makan dan suplemen ayam harus kita jaga sebaik-baiknya dengan teratur dan disiplin, sehingga saat memperoleh latihan senam dan jajal, ayam tidak akan mengalami kekurangan gizi (sakit kuning).
Makanan Utama
Untuk pemberian makanan utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih. Bila ayam yang dilatih adalah tipe pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan.
Untuk tipe ayam jalu, maka Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas.
Dalam pemberian makanan utama, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.
Makanan/Vitamin Suplemen
Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:
Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan vitamin keluaran IPI.
1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)
1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)
1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.
Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal):
1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.
Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.
Makanan Utama
Untuk pemberian makanan utama, dapat dibedakan untuk jenis ayam yang akan kita latih. Bila ayam yang dilatih adalah tipe pukul, maka makanan yang diberikan harus lebih banyak mengandung unsur karbohidrat dan protein untuk memperkuat otot2nya. Kandungan lemak juga penting untuk ayam tipe pukul untuk cadangan tenaganya. Makanan utama yang biasa kami berikan adalah Jagung yang telah direndam semalaman ataupun campuran antara Jagung gabah dengan perbandingan 1:1. Pemberian makanan utama diberikan di pagi hari setelah menerima latihan senaman dan di sore hari setelah menerima latihan lari. Bila di Sore hari ayam menerima latihan jajal, maka makan sore tidak perlu dilakukan.
Untuk tipe ayam jalu, maka Makanan utama harus banyak mengandung karbohidrat, akan tetapi tidak perlu mengandung terlalu banyak protein dan lemak. Ayam jalu memerlukan kelincahan pukulan sehingga kandungan karbohidrat yang terpenting untuk tenaga, sedang kandungan lemak dan protein hanya akan membuat ayam mengalami peningkatan berat badan dan pembentukan otot yang tidak terlalu diperlukan. Makanan yang biasa diberikan adalah gabah rendaman murni ataupun campuran gabah jagung dengan perbandingan 3:1.Pemberian makan utama sama dilakukan seperti di atas.
Dalam pemberian makanan utama, takaranya tidak perlu terlalu banyak sampai2 tembolok ayam sangat besar, akan tetapi diberikan sesuai dengan ukuran berat badannya, yang bisa diberikan dengan perbandinga berat badan dengan makanan adalah 15-20:1 sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain bila berat badan ayam adalah 4kg, maka sekali makan bisa diberikan sebanyak 200-250gram sesuai dengan tingkat nafsu makan ayam. Dan jangan lupa untuk memberikan ayam minum setelah makanan utamanya dihabiskan.
Makanan/Vitamin Suplemen
Makanan/Vitamin Suplemen biasanya diberikan di malam hari tepat sebelum ayam tidur di malam harinya, hal ini ditujukan agar seluruh kandungan gizi yang diberikan dapat terserap dengan baik pada ayam. Makanan dan vitamin suplemen yang diberikan rutin setiap harinya adalah sebagai berikut:
Vitamin lengkap A,B Compex,C,D,E,K yang diberikan masing2 1 butir. Vitamin yang diberikan tidak perlu vitamin yang mahal, kami biasa memberikan vitamin keluaran IPI.
1/2 jempol gula merah yang dilunakkan dengan air (Untuk tambahan karbohidrat)
1/4 atau 1/2 buah Tomat. (Untuk menyegarkan dan membantu pencernaan ayam)
1 Butir telur puyuh bulat yang telah direbus. (Untuk tambahan protein). Untuk tipe ayam jalu pemberian telur puyuh rebus bisa diperjarang menjadi 2-3 hari sekali.
Suplemen yang diberikan 4-5 hari sekali (sebaiknya di malam setelah ayam memperoleh latihan jajal):
1 butir pil minyak ikan. (Untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat bulu)
1 butir pil kalq. (Untuk memperkuat tulangan)
1/4 jempol kunyit (Untuk membantu pencernaan dan menyehatkan perut ayam)
Bila kita ingin memperoleh hasil yang lebih maksimal, seminggu sekali ayam bisa diberikan suplemen Brands sari pati ayam sebanyak 1 buah sendok teh. Akan tetapi pemberian ini tidak terlalu diperlukan hanya ditujukan untuk memaksimalkan pemberian makanan.
Perlu diingat bahwa, selama periode training sebelum turun ke gelanggan, latihan senam dan jajal yang kita lakukan pada ayam akan sangat sangat menguras tenaga ayam sehingga pola makan dan suplemen yang baik dan teratur sangatlah diperlukan untuk menjaga keseimbangan kesehatannya. Banyak cara ataupun metode lain ataupun suplemen lain yang diberikan oleh penggemar kepada ayam, akan tetapi pola makan dan suplemen di atas sudahlah sangat cukup bagi ayam yang kita latih untuk turun ke gelanggan. Dan selain itu faktor biaya perawatan juga harus menjadi perhatian kita.
Memang benar, bila dilihat dari pola latihan senam, jajal, serta pola makan dan suplemen akan sangat banyak menguras tenaga dan biayanya, akan tetapi hal ini akan menjadi setimpal dengan hasil dan kesenangan yang akan diperoleh bila nantinya ayam yang kita turunkan ke gelanggan memperoleh kemenangan. Dan bila hal ini dapat kita peroleh, maka tenaga dan biaya yang kita keluarkan akan terasa lebih ringan.
Akhir kata, pola makan dan suplemen di atas adalah kebiasaan yang kami lakukan sewaktu melakukan perawatan ayam untuk turun ke gelanggang, akan tetapi seluruh pola di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi dari masing-masing penggemar.
Kamis, 28 Maret 2013
Melatih dan Memperkuat Mental Ayam Aduan
Memperkuat mental dan pengalaman tarung ayam. Satu-satunya cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menjajal ayam dengan untulan ataupun ayam bangkok lainnya. Latihan ini sangat diperlukan oleh ayam bangkok yang akan diturunkan ke gelanggang untuk memperkuat mental dan memberikan pengalaman tarung yang lebih padanya.
Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 hari sekali, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali, sehingga dalam waktu training 30 hari, ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00, dan bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan. di Jajalan pertama, tidak perlu dilakukan terlalu lama, biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik2 yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot2 ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus, akan tetapi durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2x10 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 3x10 menit, dan disini, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus, akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus. Di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan peningkatan gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih. Biarkan dia sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya. Mental dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, akan tetapi hal ini sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan, kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2 vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih. Jajal ke-9 tetap selama 3x10 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan merasakan bagaimana menerima patukan2 dan banyak pukulan dari lawan. Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita harapkan adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin tinggi semangat dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bawah semakin banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya (but who knows....).
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan tetapi senaman pagi tetap kita lakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada ayam. Bila di jajal ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka, maka pengobatan harus dilakukan agar luka2 cepat kering dan sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai lebih bagi ayam, karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full 5x10 menit ataupun sampai lawannya lari, akan tetapi diusahakan untuk mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan maksimal tarung 5x10 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5x10 menit durasi tarung, bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi, maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi tarung minimal 5x10 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa, sebisanya lawan2 tanding yang diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak.
Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih, maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya. Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak, tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.
Dalam waktu 30 hari, semakin banyak latihan jajal yang kita lakukan maka semakin baik hasil yang akan kita peroleh. Jajal bisa dilakukan 5 hari sekali, dan paling sedikit adalah 7 hari sekali, sehingga dalam waktu training 30 hari, ayam akan menerima minimal 4-7 kali latihan tarung.
Jajalan yang biasa kami lakukan adalah di sore hari di pukul 16.00-17.00, dan bila ayam memperoleh latihan jajal, maka latihan lari tidaklah perlu dilakukan. di Jajalan pertama, tidak perlu dilakukan terlalu lama, biasanya hanya 1 ronde (10 menit) dan inipun dilakukan dengan membungkus paruh dan jalu ayam baik untuk ayam yang akan dilatih maupun lawan tandingnya. Tujuan membungkus paruh dan jalu ayam selain untuk menghindari terjadinya luka pada ayam yang akan dilatih adalah untuk meningkatkan emosi ayam bila bertarung. Paruh dan jalu yang dibungkus akan membuat ayam susah untuk melakukan pukulan dan kebanyakan hanya mengeluarkan teknik2 yang memberikan banyak gerakan cepat sehingga sangat bagus untuk otot2 ayam. Sampai dengan jajal ke-2, kita tetap membungkus paruh dan jalu ayam dan jajal dilakukan sama selama 10 menit.
Di jajal ke-3 sampai ke-4, paruh dan jalu masih dalam keadaan terbungkus, akan tetapi durasi jajal ditingkatkan menjadi 2 ronde (2x10 menit).
Di jajal ke-5, latihan mulai mencapai puncaknya dan jajal kita lakukan tetap 3x10 menit, dan disini, paruh dan jalu ayam yang akan kita latih tidak akan kita bungkus, akan tetapi paruh dan jalu lawan masih dalam kondisi dibungkus. Di jajal ke-5 ini, akan terlihat perbedaan dan peningkatan gaya, kecepatan dan pengalaman tarung ayam yang sedang kita latih. Biarkan dia sesuka dan sesenangnya melakukan pukulan2 ke arah lawan yang kondisi paruh dan jalunya terbungkus, sehingga disinilah akan mulai membentuk mental tarung yang sepenuhnya. Mental dan Rasa percaya diri ayam akan meningkat dengan baik karena terus-terusan bisa memukul lawan dengan mudah. Walaupun terkesan seperti menyiksa lawan tarung, akan tetapi hal ini sangat diperlukan bagi ayam yang kita latih. Di jajal ke-5 ini, bisa kita pastikan, kalau memang ayam yang kita latih adalah tipe ayam pukul, maka rata2 pukulannya akan mengenai tempat2 vital lawan. Dan bila ayam tersebut adalah tipe jalu, maka minimal di 5 menit pertama, beberapa tikaman sudah tersarang ke lawan tarungnya, dan bila tidak ada satupun tikaman jalu yang tersarang, berarti ayam yang kita latih bukan tipe ayam jalu dan sebaiknya jalu yang dimilikinya kita potong saja karena akan merugikannya bila di gelanggang harus bertemu dengan lawan lain yang memiliki jalu.
Di jajal ke-6, latihan sudah masuk ke tahap seperti aslinya. Paruh lawan tarung sudah tidak dibungkus lagi, akan tetapi jalu lawan tetap kita bungkus untuk menghindari luka serius pada ayam yang kita latih. Jajal ke-9 tetap selama 3x10 menit. Di jajal ini ayam yang kita latih akan merasakan bagaimana menerima patukan2 dan banyak pukulan dari lawan. Dan yang pasti ayam yang kita latih akan mengalami pendarahan disekitar mukanya akibat patukan. Hal yang kita harapkan adalah, semakin banyak patukan dan darah di mukanya, maka semakin tinggi semangat dan mental tarungnya. Hal ini karena ada sedikit mitos tentang ayam bangkok, bawah semakin banyak darah yang dikeluarkannya maka akan semakin tinggi pula semangat tarungnya (but who knows....).
Setelah jajal ke-6 adalah saatnya untuk istirahat minimal selama 5 hari untuk menyembuhkan luka dan mengembalikan tenaganya. Ayam tidak perlu menerima latihan lari di sore hari akan tetapi senaman pagi tetap kita lakukan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kelelahan yang terlalu tinggi pada ayam. Bila di jajal ke-9 ayam mengalami banyak luka di bagian muka, maka pengobatan harus dilakukan agar luka2 cepat kering dan sembuh. Bekas-bekas luka yang timbul secara tidak langsung memberikan nilai lebih bagi ayam, karena kulit2 mukanya akan semakin tebal dan lebih tidak mudah untuk terluka.
Setelah masa istirahat dan penyembuhan luka selesai, maka jajal ke-7 (terakhir) bisa kita lakukan. Bagi kami, jajalan ini adalah yang terakhir sebelum ayam dapat turun ke gelanggang. Jajalan dilakukan full 5x10 menit ataupun sampai lawannya lari, akan tetapi diusahakan untuk mencari lawan tarung yang memiliki mental yang cukup kuat sehingga dapat menyelesaikan maksimal tarung 5x10 menit.
Di jajal ke-7 ini, ayam yang kita latih harus mampu menyelesaikan 5x10 menit durasi tarung, bila ternyata ayam tidak mampu dan dironde ke 4 atau ke-5 tenaga ayam habis dan tidak bisa memukul lagi, maka jajal kita stop dan berarti ayam yang kita latih belum siap untuk turun ke gelanggang. Ayam yang siap ke gelanggang adalah ayam harus mampu menyelesaikan durasi tarung minimal 5x10 menit.
Hal yang perlu diingat bahwa, sebisanya lawan2 tanding yang diperoleh ayam yang kita latih memiliki teknik tarung yang berbeda-beda sehingga pengalaman yang akan diperolehnya pun akan semakin banyak.
Akhir kata, semakin banyak jajal yang diterima ayam yang kita latih, maka akan semakin kuat mental dan pengelaman tarung yang diperolehnya. Akan tetapi semua jajalan yang kita lakukan tetaplah harus memperhatikan unsur kehati-hatian, karena kalau tidak, tak jarang upaya latihan yang telah kita berikan hanyalah sia-sia belaka.
Langganan:
Postingan (Atom)